Awalnya penuh debu, dihiasi bercak noda.
Air semula bahkan tidak lagi meninggalkan jejak.
Lalu... seseorang menggenggamnya.
Tidak erat, tidak pula kasar.
Hanya... pas.
Ia terbawa pergi.
Jauh...
Meninggalkan ruang usangnya.
Perlahan... ia kembali berkilau,
Seperti sedia kala.
Bahkan, udaka tidak segan mengisinya.
Jemari berebut di depannya.
Gelas itu kebingungan.
Terheran-heran.
Mulai meragu.
Apakah ini yang dinamakan fana?
Pantaskah ia?
Ia harap, semuanya bukanlah paradoks.
#Reshalianne.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar