Sabtu, 18 April 2026

Di Ambang Isi

Gelas itu mulai diisi.
Awalnya penuh debu, dihiasi bercak noda.
Air semula bahkan tidak lagi meninggalkan jejak.
Lalu... seseorang menggenggamnya.
Tidak erat, tidak pula kasar.

Hanya... pas.

Ia terbawa pergi.
Jauh...
Meninggalkan ruang usangnya.

Perlahan... ia kembali berkilau,
Seperti sedia kala.
Bahkan, udaka tidak segan mengisinya.
Jemari berebut di depannya.

Gelas itu kebingungan.
Terheran-heran.
Mulai meragu.
Apakah ini yang dinamakan fana?

Pantaskah ia?

Ia harap, semuanya bukanlah paradoks.

#Reshalianne.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Luruh

Hari itu gemuruh tiba. Anehnya tidak ada badai. Hanya gerimis kecil, yang pelan-pelan hadir. Tidak lagi meminta izin. Tidak lagi permisi. Te...