Selasa, 16 Juni 2026

Luruh

Hari itu gemuruh tiba.
Anehnya tidak ada badai.
Hanya gerimis kecil,
yang pelan-pelan hadir.
Tidak lagi meminta izin.
Tidak lagi permisi.
Telah luruh dalam kala.
Lalu... larut dalam gelora legam.

Namun ini belum masanya.
Kala belum bersiap.
Harusnya... 
Muara masih menahannya.
Di dasar.

Tapi gemuruh abai. 
Ia bergerak.
Semakin melaju, menjadi deras.
Semakin lama, menjadi tenggelam.
Hingga nyaris...
membawanya ke dasar.
Bersama.

12/06/26
#Reshalianne. 

Senin, 01 Juni 2026

Memeluk Semu

Bara narasi tergerak.
Terangkat.
Terantuk.
Lalu memeluk.

Nawasena mungkin saja di titik nadir.
Membawanya yang khidmat.
Dalam jenggala.
Bersama si logika melirih.
Tiada makna... tiada apapun.

Lembayung malam telah merapat.
Serta merta angan.
Terduduk dalam semu.
Enggan beranjak.
Masih di sana, dalam senyap.
Tertarik pada sunyi.

Manalagi sedang meloka.
Menggumam.
Berharap pada epilog.
Tidak pada insan... mungkin saja.
Atau pada, narasi yang melegakan.
Tentunya.

Lalu, naratama membawa lentera.
Memegangnya, tidak ingin melepas.
Membawanya, menjauh dan mendalam.
Tanpa kata.
Tanpa peringatan.
Tanpa amarah.

Karenanya, tiada yang tersia.
Menusuk tepat,
dan terlalu tepat.
Membawa pada satu hal pasti.
Tepatnya...

Semu, telah mengambil alih.

02/06/26
#Reshalianne.

Senin, 04 Mei 2026

Jejak Sandyakala

Renungan hari ini tunda dulu ya.
Teringinmu itu bawa dulu saja.
Ke manapun, ya ke mana saja.
Teringat sesuatu ya?

Tentunya...
Seperti anila, ia pasti mengerti musim.
Datang, tinggal, bergurau, lalu... beranjak.
Seperti itulah mestinya.

Benar...
Tapi tidak sepenuhnya demikian.

Kemudian sandyakala menyapa.
Sebentar.
Tidak lama.
Ia lantas bergumam.

Katanya...
Percaya saja kepada sore yang hangat.
Begitupun rembulan, kau pasti akan menyukainya. 

Lagi-lagi ada dua hal.
Tentang kelak dan lampau.
Harusnya... ia belum berlalu.
Bersama segala isinya.

Namun di masa ini, ia telah melangkah terlalu jauh.
Jauh... terlalu jauh.
Hingga, ia menjadi begitu damai.
Hingga... ia telah berakhir rumit.

05/05/26
#Reshalianne.

Senin, 20 April 2026

Gemuruh yang Singgah

Jatuh cinta itu menyenangkan, ya?
Seolah ada pemberat yang janggal.
Rasanya berat...
Tapi di lain sisi, ia asing.

Tarikannya pun lebih sulit.
Lengkungan itu kian menderu.
Namun anehnya, kau menemukan oase.

Apa kau menemukan cinta?

Tidak juga.
Hanya tentang menyukai ide di dalamnya.
Membayangkan konsepnya.
Lalu, garis lengkungannya hadir.
Ia... semakin menawan.

Kau jatuh lagi?

Tidak, kurasa.
Hanya saja...
Gemuruh sesaat hadir.
Asmaraloka mengetuk di baliknya, dengan tidak sabar.
Begitupun sasmita, ia mengintip dari jauh.
Lalu, sajak ini selesai begitu saja.

Kau mengerti maksudnya?
Menyadari sesuatu?
Ah, malam ini terasa berbeda, ya?
Dan kau, perlahan-lahan berkilau.

Apa itu yang disebut euforia?

Mungkin saja...
Aku tidak tahu pasti.

21/04/26
#Reshalianne.

Sabtu, 18 April 2026

Di Ambang Isi

Gelas itu mulai diisi.
Awalnya penuh debu, dihiasi bercak noda.
Air semula bahkan tidak lagi meninggalkan jejak.
Lalu... seseorang menggenggamnya.
Tidak erat, tidak pula kasar.

Hanya... pas.

Ia terbawa pergi.
Jauh...
Meninggalkan ruang usangnya.

Perlahan... ia kembali berkilau,
Seperti sedia kala.
Bahkan, udaka tidak segan mengisinya.
Jemari berebut di depannya.

Gelas itu kebingungan.
Terheran-heran.
Mulai meragu.
Apakah ini yang dinamakan fana?

Pantaskah ia?

Ia harap, semuanya bukanlah paradoks.

#Reshalianne.

Kamis, 02 April 2026

Bias

Kapan bias itu tiba?
Larut mulai melambat dan ia makin berkelana.
Dengung kian memekik, sangat mengganggu.
Lalu hening, sesaat.

Sesuatu terjadi.
Ketukan terdengar.
Langkah tergesa itu tiba.
Jemari menyentuh di baliknya.
Lalu, gelap.

Tahukah kamu, apa yang terjadi?

Diam-diam ia melenguh.
Di antara bayangan dan kegelapan.
Terkunci dan... membisu.

Hingga...
Ketukannya mulai menjauh.
Langkahnya menghilang.
Lalu, sunyi menelannya.

Ia berbalik, mencari celah.
Setitik demi setitik.
Namun, belum sampai ia mencari...

Bias telah tiba.

03/04/26
#Reshalianne

Senin, 23 Februari 2026

Aksara dan Khayalan

Harapan itu kembali tergores luka,
Seakan telah tau, dan menantinya.
Bayangan masa lalu kembali menghantam realita.
Seperti biasa.

Kau,
Kau,
dan kau,

Ternyata tidak lebih dari aksara dan khayalan.

Sungguh lucu,
Tapi nyatanya,
Itu nyaris
Menenggelamkan
Seluruhnya.


26/06/25
#Reshalianne.

Luruh

Hari itu gemuruh tiba. Anehnya tidak ada badai. Hanya gerimis kecil, yang pelan-pelan hadir. Tidak lagi meminta izin. Tidak lagi permisi. Te...