Senin, 04 Mei 2026

Jejak Sandyakala

Renungan hari ini tunda dulu ya.
Teringinmu itu bawa dulu saja.
Ke manapun, ya ke mana saja.
Teringat sesuatu ya?

Tentunya...
Seperti anila, ia pasti mengerti musim.
Datang, tinggal, bergurau, lalu... beranjak.
Seperti itulah mestinya.

Benar...
Tapi tidak sepenuhnya demikian.

Kemudian sandyakala menyapa.
Sebentar.
Tidak lama.
Ia lantas bergumam.

Katanya...
Percaya saja kepada sore yang hangat.
Begitupun rembulan, kau pasti akan menyukainya. 

Lagi-lagi ada dua hal.
Tentang kelak dan lampau.
Harusnya... ia belum berlalu.
Bersama segala isinya.

Namun di masa ini, ia telah melangkah terlalu jauh.
Jauh... terlalu jauh.
Hingga, ia menjadi begitu damai.
Hingga... ia telah berakhir rumit.

05/05/26
#Reshalianne.

Luruh

Hari itu gemuruh tiba. Anehnya tidak ada badai. Hanya gerimis kecil, yang pelan-pelan hadir. Tidak lagi meminta izin. Tidak lagi permisi. Te...